Rabu, 11 Januari 2017

Ulasan Esai Arum Honey Anggraeni

Saya menanggapi esai Arum Honey Anggraeni yang berjudul “ Jaka Tarub ”. Menurut saya, esai penulis sudah sesuai dengan drama yang dipentaskan kemarin. Isi drama yang ditulis oleh penulis mengisahkan tentang kisah Jaka Tarub yang bertemu dengan bidadari bernama Nawang Wulan yang berujung kepernikahan.
Menurut pendapat saya, judul esai yang digunakan penulis, seharusnya tidak menggunakan judul asli seperti judul drama yang dipentaskan karena terkesan kurang menarik perhatian. Bahasa yang digunakan penulis terlalu bertele-tele sehingga pembaca merasa bingung ketika membaca esai tersebut. Seharusnya penulis dalam menceritakan drama tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Saya setuju dengan ulasan monolog Balada Sumarah yang  menjelaskan pendapatnya mengenai pementasan monolog tersebut. Memang benar adanya, sang aktris yang memerankan tokoh Sumarah sangat natural dalam berperan. Sang aktris juga sangat menghayati tokoh Sumarah. Saya pribadi menyaksikan sang aktris berperan seakan terbawa pada kisah asli Sumarah yang dianiaya oleh majikannya sehingga ia berpikir untuk membunuh majikannya sendiri karena tidak hanya menganiaya dirinya, majikannya itu juga merenggut kehormatan Sumarah dan menghancurkan masa depannya.

Gabrela Lady Diana/3F/Mahasiswa Universitas PGRI Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar