Senin, 24 September 2018

Autobiografi


            Nama saya Gabrela Lady Diana, sering dipanggil Gabrela, biasa di kampus di panggil dengan sebutan Geby atau Gab. Saya beragama islam dan berjenis kelamin perempuan dan  hobi saya berenang. Saya terlahir dari pasangan Hadi Purnomo dan Pratini yang lahir di Desa Cabean RT 007 RW 003 Kecamatan Demak Kabupaten Demak, saya lahir pada tanggal 23 Agustus 1997. Saya anak pertama dari dua bersaudara, adik saya laki-laki bernama Andrean Ady Pratama, ayah saya bekerja sebagai PNS dan ibu saya seorang Wirausaha. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Universitas PGRI Semarang. Saya dibesarkan oleh keluarga yang cukup, tetapi saya tidak pernah meminta apapun yang saya rasa kurang penting. Ayah dan Ibu senantiasa mengasihi saya dan selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Saya tidak tahu harus membalas seberapa besar untuk ketulusan mereka selama ini. Mereka lah yang mengenalkan pada saya betapa indah hidup dan banyak hal yang mesti saya syukuri. Pada saat libur kuliah, saya biasa membantu Ibu di Pasar jualan kelapa. Meskipun hanya sekadar membantu giling kelapa, karena saya belum bisa mengupas kelapanya itu sangat susah.
            Saya pertama kali sekolah umur 5 tahun yaitu di taman kanak-kanak (TK) “Pertiwi Panti Rini” yang berada di desa Cabean, saya menempuh Pendidikan TK selama 1 tahun.
            Saya masuk Sekolah Dasar umur 6 tahun. Saya menempuh pendidikan di SD Negeri 3 Cabean Demak tidak jauh dari tempat tinggal saya. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama duduk di bangku SD, saya merasa takut saat berangkat sekolah karena ada beberapa teman cowok yang memang sukanya memukul di dalam kelas pada saat jam istirahat. Hampir setiap hari teman cowok saya melakuan seperti itu tetapi saya diam saja dan tidak pernah membantah mereka, karena kalau saya lapor dengan Bapak atau Ibu guru teman saya akan mengancam saya pada saat pulang sekolah, itu yang sangat saya benci selama duduk di bangku Sekolah Dasar. Setelah lulus dari SD, pada tahun 2009 saya melanjutkan ke SMP Negeri 1 Demak, sekolahnya lumayan jauh dari tempat tinggal saya, pada awal masuk sekolah SMP saya tidak pernah diantar oleh orang tua saya padahal waktu itu saya belum mengenal dan tahu apa-apa, pada saat itu saya merasa takut, saya berangkat sekolah dan pulang sekolah harus naik angkutan umum. Ayah saya benar-benar mengajarkan saya menjadi orang yang benar-benar mandiri. Pernah suatu ketika pada awal SMP saya pernah terlambat masuk sekolah karena pada saat itu saya menunggu angkutan umum atau bus tidak kunjung datang akhirnya kesiangan setelah sampai sekolahan saya disuruh membersihkan perpustakaan yang pada saat itu masih bangunan baru.
pada tahun 2012 saya melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 2 Demak, kebetulan sekolahnya tidak jauh dari tempat tinggal saya, dan pada tahun 2015 saya lulus dari SMA dan melanjutkan ke Universitas PGRI Semarang. Meski sebelumnya pernah mengikuti SBMPTN di Universitas Negeri dan Pernah mendaftar Polwan namun gagal. Jadi, akhirnya saya mengikuti tes di Universitas PGRI Semarang dan berhasil menjadi salah satu Mahasiswa di Progam Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
            Saya memilih jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia karena dorongan orang tua yang menyarankan menjadi Guru dan saya berfikir untuk mengambil bidang yang saya rasa bisa saya tempuh akhirnya saya memilih jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan ingin menjadi seorang pendidik yang baik bagi diri sendiri dan bangsa yang berguna bagi masyarakat terutama Orang Tua.
Terima kasih.

Rabu, 11 Januari 2017

Ulasan Esai Arum Honey Anggraeni

Saya menanggapi esai Arum Honey Anggraeni yang berjudul “ Jaka Tarub ”. Menurut saya, esai penulis sudah sesuai dengan drama yang dipentaskan kemarin. Isi drama yang ditulis oleh penulis mengisahkan tentang kisah Jaka Tarub yang bertemu dengan bidadari bernama Nawang Wulan yang berujung kepernikahan.
Menurut pendapat saya, judul esai yang digunakan penulis, seharusnya tidak menggunakan judul asli seperti judul drama yang dipentaskan karena terkesan kurang menarik perhatian. Bahasa yang digunakan penulis terlalu bertele-tele sehingga pembaca merasa bingung ketika membaca esai tersebut. Seharusnya penulis dalam menceritakan drama tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Saya setuju dengan ulasan monolog Balada Sumarah yang  menjelaskan pendapatnya mengenai pementasan monolog tersebut. Memang benar adanya, sang aktris yang memerankan tokoh Sumarah sangat natural dalam berperan. Sang aktris juga sangat menghayati tokoh Sumarah. Saya pribadi menyaksikan sang aktris berperan seakan terbawa pada kisah asli Sumarah yang dianiaya oleh majikannya sehingga ia berpikir untuk membunuh majikannya sendiri karena tidak hanya menganiaya dirinya, majikannya itu juga merenggut kehormatan Sumarah dan menghancurkan masa depannya.

Gabrela Lady Diana/3F/Mahasiswa Universitas PGRI Semarang

Dalam rangka merayakan bulan bahasa, Universitas PGRI Semarang menyelenggarakan acara gelar 3 buku, 3 kritikus, 3 pembaca, dan 1 pengarang. Acara ini di isi dengan pembacaan puisi oleh Bapak Rektor Universitas PGRI Semarang  dan di isi oleh band Biscuittime yang terdiri atas Deska, Yongki, dan Icha. Setelah itu ada juga pembacaan Puisi yang di bacakan oleh 5 mahasiswa.
Selain itu adapula diskusi yang di isi oleh pakar posmodern Nur Hidayat, Cerpenis S Prasetyo, dan Pegiat buku Widyanuari Eko Putra. Acara ini berlangsung pada hari Rabu, 19 Oktober 2016 di Balairung Universitas PGRI semarang dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Pengarang buku bernama Triyanto Triwikromo.
Pada acara pertama di buka dengan penampilan band Biscuittime yang membawakan musikalisasi puisi yang berjudul “Aku ingin mencintaimu tapi tak tahu caranya”, “menjelma puisi”, dan “moksa”. Di lanjutkan dengan acara inti yaitu Bedah Buku yang di moderatori oleh Dr. Harjito M.Hum.
Widyanuri Eko menjadi Pembicara Pertama. Beliau tidak hanya mengkritisi karya Pak Tri, tetapi beliau juga memberikan koleksi bukunya kepada Mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaanya. Ada 3 buku karya sastrawan Triyanto Triwikromo. 3 buku tersebut di antaranya adalah Bersepeda ke Neraka, Selir Musim Panas, Sesat Pikir Para Binatang.  Setelah itu, Pak Nur Hidayat mengkaji beberapa karya Pak Triyanto yang ada dalam deretan buku yang dibedah pada siang itu. Pemilihan kata atau diksi dalam berbagai karya sastranya yang tidak lumrah menjadi semakin tinggi kelasnya.
Terselenggaranya acara ini bukan berpusat pada pengarang dan kritikus saja, tetapi ada juga peran mahasiswa dan pelatih tari kreasi. Menurut saya, acara UPGRIS Bersastra sangat menarik dan bisa menambah wawasan para mahasiswa.

Gabrela Lady Diana/3F/Universitas PGRI Semarang

KESENIAN TEATER GEMA
Oleh Gabrela L.D/3F/PBSI/15410235

Pada Selasa, 04 Oktober 2016 di Gedung Pusat lantai 7 Universitas PGRI Semarang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Gema mementaskan sebuah Drama yang berjudul “Jaka Tarub” dan Monolog yang berjudul “ Balada Sumarah”. Drama jaka tarub dan tujuh bidadari menurut saya sangat menarik,yaitu ceritanya menggunakan alur mundur atau flashback.
Cerita pertama yaitu Jaka Tarub cerita berawal dari Pada zaman dahulu hidup seorang pemuda bernama jaka tarub di sebuah Desa. Pada suatu malam, di tengah tidurnya yang lelap, jaka tarub bermimpi mendapat istri bidadari cantik dari kayangan. Begitu terbangun dan menyadari bahwa itu semua hanya mimpi. Jaka tarub tersenyum sendiri. Jaka tarub tidak dapat tidur lagi. Ia keluar dan duduk di depan rumahnya sambil menatap bintang-bintang di langit.
Kemudian jaka tarub mengintip dari balik pohon besar ke arah danau. Alangkah terkejutnya jaka tarub melihat tujuh gadis cantik yang sedang mandi di danau. Jaka tarub memperthatikan satu-satu gadis di danau itu. Dari percakapan mereka, jaka tarub tahu kalau tujuh gadis itu adalah bidadari yang turun dari kayangan.mata jaka tarub melihat tumpukkan pakain bidadari di atas batu besar di pinggir danau. Setelah berhasil jaka tarub buru-buru menyelinap ke balik semak-semak. Tiba-tiba salah satu dari bidadari itu berkata ”ayo kita pulang sekarang. Hari sudah sore”. “ya benar, sebaiknya kita pulang sekarang sebelum matahari terbenam”.
Para bidadari itu keluar dari danau dan mengenakan pakaian masing-masing. Di antara tujuh bidadari ada satu bidadari yang selendangnya hilang. Karena bidadari tidak menemukan selendangnya, ia segera masuk kembali ke danau. Temannya yang lain membantu mencari selendang. Usaha mereka sia-sia karena selendangnya sudah di bawa pulang ke rumah oleh jaka tarub. Akhirnya seorang bidadari berkata “maafkan kami,kami harus segera pulang ke kayangan dan meninggalkanmu di sini. Hari sudah menjelang sore”. Tiba-tiba tanpa sadar ia berucap “barangsiapa yang bisa memberiku pakaian akan kujadikan saudara bila ia perempuan, tapi bila ia laki-laki akan kujadikan suamiku”.
Jaka tarub keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke arah danau. Setelah itu jaka tarub memperkenalkan  dirinya dan bertanya kepada bidadari tersebut dan bidadari itu bernama nawangwulan. Tanpa ragu nawangwulan bersedia bersedia menerima jaka tarub sebagai suaminya. Hari berganti hari tidak terasa rumah tangga jaka tarub dan nawangwulan telah di karuniai seorang putri bernama nawangsih. Nawang wulan adalah seorang bidadari sehingga dia mempunyai klebihan, salah satunya adalah dapat membuat sebakul nasi hanya dari satu biji padi, asalkan tidak ada yang mengetahui hal itu, itulah sebabnya nawang wulan melarang suaminya untuk membuka tanakan nasi nya, namun jaka tarub tidak sanggup menahan rasa penasarannya dia membuka tanakan nasi tersebut. jaka tarub menanyakan perihal itu ke istrinya , ketika itu pula nawang wulan telah sampai di rumah marah kepada suaminya . jaka  tarub menyesali perbuatannya. Namun, pada suatu hari Nawang wulan menuju gudang untuk mengambil persediaan beras. Ketika dia mengangkat tumpukan jerami, nawang wulan sangat terkejut karena dia menemukan selendang miliknya yang telah hilang. Kemudian dia menyadari bahwa selama ini yang mencuri selendangnya adalah suaminya. Nawang wulan pun marah dan menemui suaminya untuk menanyai kebenaran itu. Setelah di paksa jaka tarub akhirnya mengakui perbuatannya. Nawang wulan yang terlanjur marah pun memakai selendang itu dan hendak kembali ke kayangan. jaka tarub mencoba untuk mencegahnya, tetapi tidak berhasil, dan akhirnya nawang wulan kembali ke kayangan. karena jaka tarub telah melanggar perbuatannya akhrinya nawang wulan kembali ke kayangan. Jaka tarub menahan kesedihannya karena untuk tidaak bertemu lagi dengan nawang wulan.
Pementasan kedua yaitu sebuah karangan monolog yang berjudul “Balada Sumarah”. Berkisah tentang seorang perempuan yang bernama Sumarah Binti Sulaimat yang bekerja menjadi seorang TKW di Arab Saudi. Menurut saya ceritanya sangat menarik dan sangat memukau. Mengapa? Karena satu orang bisa memerankan beberapa tokoh. Tokoh sangat menjiwai di setiap konfliknya. Dan cerita ini bisa membuat pelajaran sangat bermanfaat bagi hidup kita.
sumarah selalu dianiaya oleh  majikannya  setelah itu sumarah membunuh majikannya sumarah tidak butuh penasehat hukum dan tidak butuh pembelaan karena yang dilakuk. Namun sayang, keputusannya untuk menjadi TKW di Arab Saudi, malah justru menjadi awal tragedi hancurnya kehidupan Sumarah. Ia menjadi korban penyiksaan oleh majikannya sendiri. Gajinya selama satu bulan juga tidak dibayarkan karena alasan ini-itu yang direkayasa oleh majikannya. Parahnya, sang majikan tega merenggut kehormatan Sumarah hingga Sumarah merasa marah dan hancur. Kemudian ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri yang berakibat pada dirinya yaitu dihukum mati oleh pemerintah Arab Saudi.an sumarah adalah bukan pembenaran.

Oleh Gabrela L.D/3F/PBSI/15410235

Oleh Gabrela L.D/3F/PBSI/15410235

Pada Selasa, 04 Oktober 2016 di Gedung Pusat lantai 7 Universitas PGRI Semarang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Gema mementaskan sebuah Drama yang berjudul “Jaka Tarub” dan Monolog yang berjudul “ Balada Sumarah”. Drama jaka tarub dan tujuh bidadari menurut saya sangat menarik,yaitu ceritanya menggunakan alur mundur atau flashback.
Cerita pertama yaitu Jaka Tarub cerita berawal dari Pada zaman dahulu hidup seorang pemuda bernama jaka tarub di sebuah Desa. Pada suatu malam, di tengah tidurnya yang lelap, jaka tarub bermimpi mendapat istri bidadari cantik dari kayangan. Begitu terbangun dan menyadari bahwa itu semua hanya mimpi. Jaka tarub tersenyum sendiri. Jaka tarub tidak dapat tidur lagi. Ia keluar dan duduk di depan rumahnya sambil menatap bintang-bintang di langit.
Kemudian jaka tarub mengintip dari balik pohon besar ke arah danau. Alangkah terkejutnya jaka tarub melihat tujuh gadis cantik yang sedang mandi di danau. Jaka tarub memperthatikan satu-satu gadis di danau itu. Dari percakapan mereka, jaka tarub tahu kalau tujuh gadis itu adalah bidadari yang turun dari kayangan.mata jaka tarub melihat tumpukkan pakain bidadari di atas batu besar di pinggir danau. Setelah berhasil jaka tarub buru-buru menyelinap ke balik semak-semak. Tiba-tiba salah satu dari bidadari itu berkata ”ayo kita pulang sekarang. Hari sudah sore”. “ya benar, sebaiknya kita pulang sekarang sebelum matahari terbenam”.
Para bidadari itu keluar dari danau dan mengenakan pakaian masing-masing. Di antara tujuh bidadari ada satu bidadari yang selendangnya hilang. Karena bidadari tidak menemukan selendangnya, ia segera masuk kembali ke danau. Temannya yang lain membantu mencari selendang. Usaha mereka sia-sia karena selendangnya sudah di bawa pulang ke rumah oleh jaka tarub. Akhirnya seorang bidadari berkata “maafkan kami,kami harus segera pulang ke kayangan dan meninggalkanmu di sini. Hari sudah menjelang sore”. Tiba-tiba tanpa sadar ia berucap “barangsiapa yang bisa memberiku pakaian akan kujadikan saudara bila ia perempuan, tapi bila ia laki-laki akan kujadikan suamiku”.
Jaka tarub keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke arah danau. Setelah itu jaka tarub memperkenalkan  dirinya dan bertanya kepada bidadari tersebut dan bidadari itu bernama nawangwulan. Tanpa ragu nawangwulan bersedia bersedia menerima jaka tarub sebagai suaminya. Hari berganti hari tidak terasa rumah tangga jaka tarub dan nawangwulan telah di karuniai seorang putri bernama nawangsih. Nawang wulan adalah seorang bidadari sehingga dia mempunyai klebihan, salah satunya adalah dapat membuat sebakul nasi hanya dari satu biji padi, asalkan tidak ada yang mengetahui hal itu, itulah sebabnya nawang wulan melarang suaminya untuk membuka tanakan nasi nya, namun jaka tarub tidak sanggup menahan rasa penasarannya dia membuka tanakan nasi tersebut. jaka tarub menanyakan perihal itu ke istrinya , ketika itu pula nawang wulan telah sampai di rumah marah kepada suaminya . jaka  tarub menyesali perbuatannya. Namun, pada suatu hari Nawang wulan menuju gudang untuk mengambil persediaan beras. Ketika dia mengangkat tumpukan jerami, nawang wulan sangat terkejut karena dia menemukan selendang miliknya yang telah hilang. Kemudian dia menyadari bahwa selama ini yang mencuri selendangnya adalah suaminya. Nawang wulan pun marah dan menemui suaminya untuk menanyai kebenaran itu. Setelah di paksa jaka tarub akhirnya mengakui perbuatannya. Nawang wulan yang terlanjur marah pun memakai selendang itu dan hendak kembali ke kayangan. jaka tarub mencoba untuk mencegahnya, tetapi tidak berhasil, dan akhirnya nawang wulan kembali ke kayangan. karena jaka tarub telah melanggar perbuatannya akhrinya nawang wulan kembali ke kayangan. Jaka tarub menahan kesedihannya karena untuk tidaak bertemu lagi dengan nawang wulan.
Pementasan kedua yaitu sebuah karangan monolog yang berjudul “Balada Sumarah”. Berkisah tentang seorang perempuan yang bernama Sumarah Binti Sulaimat yang bekerja menjadi seorang TKW di Arab Saudi. Menurut saya ceritanya sangat menarik dan sangat memukau. Mengapa? Karena satu orang bisa memerankan beberapa tokoh. Tokoh sangat menjiwai di setiap konfliknya. Dan cerita ini bisa membuat pelajaran sangat bermanfaat bagi hidup kita.
sumarah selalu dianiaya oleh  majikannya  setelah itu sumarah membunuh majikannya sumarah tidak butuh penasehat hukum dan tidak butuh pembelaan karena yang dilakuk. Namun sayang, keputusannya untuk menjadi TKW di Arab Saudi, malah justru menjadi awal tragedi hancurnya kehidupan Sumarah. Ia menjadi korban penyiksaan oleh majikannya sendiri. Gajinya selama satu bulan juga tidak dibayarkan karena alasan ini-itu yang direkayasa oleh majikannya. Parahnya, sang majikan tega merenggut kehormatan Sumarah hingga Sumarah merasa marah dan hancur. Kemudian ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri yang berakibat pada dirinya yaitu dihukum mati oleh pemerintah Arab Saudi.an sumarah adalah bukan pembenaran.

Oleh Gabrela L.D/3F/PBSI/15410235

Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Sumpah Pemuda adalah bukti bahwa memang pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan dengan penuh semangat perjuangan, maka dari itu seharusnya seluruh rakyat indonesia memperingati momentum 28 Bulan selaku hari lahirnya bangsa indonesia, prosedur kelahiran Bangsa Indonesia ini adalah buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis, kondisi ketertindasan inilah yang lalu mendorong para pemuda ketika itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan juga martabat hidup manusia indonesia asli.
Di bawah ini adalah isi Sumpah pemuda
Kami putra dan putri indonesia, mengaku berumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia.

FESTIVAL BULAN BAHASA
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang menggelar Gebyar Bulan Bahasa di Balairung. Gelaran keempat ini merupakan rangkaian memeriahkan Bulan Bahasa yang jatuh pada bulan Oktober, sekaligus mengenang hari Sumpah Pemuda. Yaitu yang diadakannya pada hari kamis 27 Oktober 2016 acara di mulai dari pukul 08.00-14.30. acara pertama yaitu diisi oleh sambutan Bapak Rektor dan setelah itu di isi dengan pembcaan Sumpah Pemuda yang dibacakan oleh Mahasiswa.
Salah satu poin Sumpah Pemuda adalah tentang Bahasa,jadi karena UPGRIS memiliki Fakultas Bahasa dan Seni jadi diadakan Gebyar Bulan Bahasa.
Gebyar Bulan Bahasa 2016 ditampilkan inovasi-inovasi baru agar lebih meriah. Acara ini beda dengan acara-acara tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya acara ini biasanya jalan keliling tapi ini tidak,acara ini diadakan di dalam balairung. Berbagai lomba di gelar untuk menyemarakkan acara tahunan ini.
Acara ini di mulai sejak pagi dan menampilkan Tari di setiap kelas. Tiap kelas mempunyai tema budaya dan pakaian adat apa yang di pakai. Karena sudah ada bimbingan dari wali dosen.
Jadi acara ini di khususkan hanya untuk Fakultas pendidikan Bahasa dan Seni. acara ini diisi oleh lomba Tari Kreasi jadi tiap kelas harus menampilkan satu Tarian. Ada 28 group tarian yaitu dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Daerah.
Saat itu juga lomba di umumkan pada akhir acara ,sebelum juri membacakan siapa yang  menang, bapak dinas pendidikan memberi sedikit pengarahan tentang lomba yang di tampilkan. Pemenang lomba Tari Kreasi rata-rata di raih oleh Program Studi PBI dan PBSD yaitu dengan :
Juara 1 1.500.000
Juara 2 1.000.000
Juara 3 750.000
Harapan 1-3 mendapat 500.000
Menurut pendapat saya acara ini sangat menarik dan bisa menumbuhkan daya kreativitas para mahasiswa. Karena ada persaingan antara Program Studi. Setiap kelas harus menampilkan satu tarian jadi mau tidak mau kelas harus menampilkan. Jadi di situlah daya kreativitas mahasiswa sangat kuat.