Oleh Gabrela L.D/3F/PBSI/15410235
Pada Selasa, 04 Oktober 2016 di Gedung Pusat lantai 7 Universitas PGRI Semarang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Gema mementaskan sebuah Drama yang berjudul “Jaka Tarub” dan Monolog yang berjudul “ Balada Sumarah”. Drama jaka tarub dan tujuh bidadari menurut saya sangat menarik,yaitu ceritanya menggunakan alur mundur atau flashback.
Cerita pertama yaitu Jaka Tarub cerita berawal dari Pada zaman dahulu hidup seorang pemuda bernama jaka tarub di sebuah Desa. Pada suatu malam, di tengah tidurnya yang lelap, jaka tarub bermimpi mendapat istri bidadari cantik dari kayangan. Begitu terbangun dan menyadari bahwa itu semua hanya mimpi. Jaka tarub tersenyum sendiri. Jaka tarub tidak dapat tidur lagi. Ia keluar dan duduk di depan rumahnya sambil menatap bintang-bintang di langit.
Kemudian jaka tarub mengintip dari balik pohon besar ke arah danau. Alangkah terkejutnya jaka tarub melihat tujuh gadis cantik yang sedang mandi di danau. Jaka tarub memperthatikan satu-satu gadis di danau itu. Dari percakapan mereka, jaka tarub tahu kalau tujuh gadis itu adalah bidadari yang turun dari kayangan.mata jaka tarub melihat tumpukkan pakain bidadari di atas batu besar di pinggir danau. Setelah berhasil jaka tarub buru-buru menyelinap ke balik semak-semak. Tiba-tiba salah satu dari bidadari itu berkata ”ayo kita pulang sekarang. Hari sudah sore”. “ya benar, sebaiknya kita pulang sekarang sebelum matahari terbenam”.
Para bidadari itu keluar dari danau dan mengenakan pakaian masing-masing. Di antara tujuh bidadari ada satu bidadari yang selendangnya hilang. Karena bidadari tidak menemukan selendangnya, ia segera masuk kembali ke danau. Temannya yang lain membantu mencari selendang. Usaha mereka sia-sia karena selendangnya sudah di bawa pulang ke rumah oleh jaka tarub. Akhirnya seorang bidadari berkata “maafkan kami,kami harus segera pulang ke kayangan dan meninggalkanmu di sini. Hari sudah menjelang sore”. Tiba-tiba tanpa sadar ia berucap “barangsiapa yang bisa memberiku pakaian akan kujadikan saudara bila ia perempuan, tapi bila ia laki-laki akan kujadikan suamiku”.
Jaka tarub keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke arah danau. Setelah itu jaka tarub memperkenalkan dirinya dan bertanya kepada bidadari tersebut dan bidadari itu bernama nawangwulan. Tanpa ragu nawangwulan bersedia bersedia menerima jaka tarub sebagai suaminya. Hari berganti hari tidak terasa rumah tangga jaka tarub dan nawangwulan telah di karuniai seorang putri bernama nawangsih. Nawang wulan adalah seorang bidadari sehingga dia mempunyai klebihan, salah satunya adalah dapat membuat sebakul nasi hanya dari satu biji padi, asalkan tidak ada yang mengetahui hal itu, itulah sebabnya nawang wulan melarang suaminya untuk membuka tanakan nasi nya, namun jaka tarub tidak sanggup menahan rasa penasarannya dia membuka tanakan nasi tersebut. jaka tarub menanyakan perihal itu ke istrinya , ketika itu pula nawang wulan telah sampai di rumah marah kepada suaminya . jaka tarub menyesali perbuatannya. Namun, pada suatu hari Nawang wulan menuju gudang untuk mengambil persediaan beras. Ketika dia mengangkat tumpukan jerami, nawang wulan sangat terkejut karena dia menemukan selendang miliknya yang telah hilang. Kemudian dia menyadari bahwa selama ini yang mencuri selendangnya adalah suaminya. Nawang wulan pun marah dan menemui suaminya untuk menanyai kebenaran itu. Setelah di paksa jaka tarub akhirnya mengakui perbuatannya. Nawang wulan yang terlanjur marah pun memakai selendang itu dan hendak kembali ke kayangan. jaka tarub mencoba untuk mencegahnya, tetapi tidak berhasil, dan akhirnya nawang wulan kembali ke kayangan. karena jaka tarub telah melanggar perbuatannya akhrinya nawang wulan kembali ke kayangan. Jaka tarub menahan kesedihannya karena untuk tidaak bertemu lagi dengan nawang wulan.
Pementasan kedua yaitu sebuah karangan monolog yang berjudul “Balada Sumarah”. Berkisah tentang seorang perempuan yang bernama Sumarah Binti Sulaimat yang bekerja menjadi seorang TKW di Arab Saudi. Menurut saya ceritanya sangat menarik dan sangat memukau. Mengapa? Karena satu orang bisa memerankan beberapa tokoh. Tokoh sangat menjiwai di setiap konfliknya. Dan cerita ini bisa membuat pelajaran sangat bermanfaat bagi hidup kita.
sumarah selalu dianiaya oleh majikannya setelah itu sumarah membunuh majikannya sumarah tidak butuh penasehat hukum dan tidak butuh pembelaan karena yang dilakuk. Namun sayang, keputusannya untuk menjadi TKW di Arab Saudi, malah justru menjadi awal tragedi hancurnya kehidupan Sumarah. Ia menjadi korban penyiksaan oleh majikannya sendiri. Gajinya selama satu bulan juga tidak dibayarkan karena alasan ini-itu yang direkayasa oleh majikannya. Parahnya, sang majikan tega merenggut kehormatan Sumarah hingga Sumarah merasa marah dan hancur. Kemudian ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri yang berakibat pada dirinya yaitu dihukum mati oleh pemerintah Arab Saudi.an sumarah adalah bukan pembenaran.
Oleh Gabrela L.D/3F/PBSI/15410235
Tidak ada komentar:
Posting Komentar